Kamis, 07 April 2016

Pemasaran Syari'ah:Orientasi Perusahaan ke Arah Tempat Pasar

PEMASARAN SYARI’AH 

  1.  Orientasi Perusahaan ke Arah Tempat Pasar

 Konsep-konsep yang bersaing yang telah digunakan oleh organisasi pada kegiatan pemasaran mencakup:konsep produksi, konsep produksi, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep pemasaran holistik. 
Konsep Produksi
 Konsep produksi merupakan konsep tertua dalam bisnis. Konsep ini menegaskan bahwa konsumen akan memilih produk-produk yang harganya murah, contohnya seperti negara Cina dimana pabrik PC terbesar,Legend, dan raksasa peralatan domestik Haier mengambil keuntungan dan kumpulan tenaga kerja murah yang besar di negeri itu untuk mendominasi pasar. 
 Konsep Produk 
Konsep ini menyatakan bahwa konsumen lebih memilih produk-produk yang bermutu,inovatif atau berprestasi. Para manajer dalam organisasi ini fokus pada membuat produk yang superior dan meningkatkannya sepanjang waktu. 
  Konsep Penjualan
Konsep ini menyatakan bahwa konsumen dan bisnis jika ditinggalkan sendiri biasanya tidak akan membeli banyak produk-produk organisasi. Oleh karena itu, organisasi harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. 
 Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran muncul pada pertengahan 1950-an. Konsep ini menegaskan bahwa kunci mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran terpilih. Perbedaan antara konsep penjualan dan konsep pemasaran menurut Theodore Levitt dari harvard Kalau penjualan fokus pada kebutuhan penjual sedangkan pemasaran fokus kepada kebutuhan pembeli.
 Konsep pemasaran Holistik
Konsep ini didasarkan pada pengembangan, perancangan dan implementasi progam pemasaran, proses pemasaran, dan kegiatan-kegiatan pemasaran yang mengakui keluasan dan interdependensi mereka. Pemasaran holistik mengakui bahwa “segala sesuatu bisa terjadi” pada pemasaran. Empat komponen dari pemasaran holistik adalah pemasaran hubungan, pemasaran terpadu, pemasaran internal, dan pemasaran yang bertanggung jawab sosial. 
 PEMASARAN RELASI
 Pemasaran relasi mempunyai tujuan membangun hubungan jangka panjang dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama_pelanggan, pemasok, distributor_dalam rangka mendapatkan dan mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka. Hasil akhir dari pemasaran hubungan adalah terbentuknya aset perusahaan yangb unik nyang disebut jaringan pemasaran. Jaringan pemasaran terdiri dari perusahaan dan pemercaya(stakeholder) pendukungnya(pelanggan, karyawan, pemasok, distributor dan lain-lain) yang dengannya perusahaan membangun hubungan timbal balik yang saling menguntungkan 
 PEMASARAN TERPADU
 Tugas pemasar adalah merencanakan kegiatan pemasaran dan merakit program pemasaran yang sepenuhnya terpadu untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai bagi konsumen. Tema utama pemasaran terpadu adalah bahwa banyak kegiatan pemasaran berbeda dimanfaatkan untuk mengomunikasikan dan menyerahkan nilai dan semua kegiatan pemasaran dikoordinasikan untuk memaksimalkan efek bersama mereka. 
 PEMASARAN INTERNAL 
Tugas pemasaran internal adalah merekrut, melatih, dan memotivasi karyawan yang mampu melayani pelanggan dengan baik. Pemasaran internal harus berlangsung pada dua level. Pada level satu, berbagai fungsi pemasaran_tenaga penjual, iklan, layanan pelanggan, manajemen produk, riset pemasaran_harus bekerja sama. Pada level lain , pemasaran harus dirangkul oleh departemen lain. Mereka juga harus”memikirkan pelanggan.” Pemasaran bukan satu departemen yang menjadi orientasi perusahaan. 
PEMASARAN YANG BERTANGGUNG JAWAB SOSIAL
 Pemasaran holistik menggabungkan pemasaran yang bertanggung jawab sosial dan pemahaman masalah-masalah yang lebih luas serta konteks etis , linhkungan hidup, hukum dan sosial dari kegiatan dan program pemasaran. Tanggung jawab sosial dapat menuntut para pemasar untuk secara cermat mempertimbangkan peran yang dapat mereka mainkan dari segi kesejahteraan sosial. Konsep pemasaran sosial menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menetapkan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran dan menyerahkan kepuasan yang diinginkan secara efektif dan efisien ketimbang pesaing dengan cara yang memelihara atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 
2. Konsep, Tren, dan Tugas Pemasaran Fundamental 
 KEBUTUHAN, KEINGINAN, DAN PERMINTAAN
 Pemasar harus berupaya memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan merupakan tuntutan dasar manusia. Manusia membutuhkan makana, udara, air, pakaian, dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup. Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan menjadi keinginan bagi manusia. Contohnya orang Amerika membutuhkan makanan, tetapi mereka menginginkan humburger, kentang goreng dan minuman ringan. Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang. Permintaan adalah keinginan akan produk-produk spesifik yang didukung oleh kemampuan untuk membayar. Lima jenis kebutuhan, yaitu: 1. Kebutuhan yang dinyatakan(pelanggan menginginkan sebuah mobil murah), 2. Kebutuhan real(pelanggan menginginkan sebuah mobil bukan soal harga awalnya, melainkan biaya operasinya murah). 3. Kebutuhan yang tidak dinyatakan(pelanggan mengharapkan layanan yang baik dari dealer) 4. Kebutuhan yang disenangi(pelanggan akan suka jika dealer memasukkan sistem navigasi onboard) 5. Kebutuhan rahasia(pelanggan ingin terlihat oleh sahabat sebagai konsumen yang cerdas). 
 PASAR SASARAN, PENENTUAN POSISI, DAN SEGMENTASI
 Segmen pasar dapat diidentifikasi dengan memeriksa perbedaan-perbedaan demografis, psikografis, dan perilaku dikalangan para pembeli. Selanjutnya, perusahaan memutuskan segmen mana yang menyajikan peluang paling besar yang merupakan pasar sasaran. 
TAWARAN DAN MEREK
 Merek adalah tawaran dari suatu sumber yang sudah dikenal. Nama merek seperti McDonald’s menimbulkan banyak asosiasi dalam pikiran orang, hamburger, kegembiraan, anak-anak, makanan siap saji. Asosiasi-asosiasi itu membangun citra merek. Semua perusahaan berusaha keras untuk membangun kekuatan merek. Yakni, citra merek yang kuat, menyenangkan, dan unik. 
NILAI DAN KEPUASAN 
Tawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Nilai merupakan konsep sentral pemasaran. Kepuasan mencerminkan penilaian komparatifseseorang yang merupakan hasil dari kinerja atau hasil yang dirasakan dari produk dalam hubungan dengan harapannya.  SALURAN PEMASARAN
 Untuk mencapai pasar sasaran, pemasar menggunakan tiga jenis saluran pemasaran. Saluran komunikasi digunakan untuk menyerahkan dan menerima pesan dari pembeli sasaran. Saluran komunikasi ini meliputi surat kabar, majalah, radio, televisi dan lain-lain. Pemasar menggunakan saluran distribusi untuk memamerkan atau menyerahkan produk fisik atau jasa kepada pembeli atau pengguna. Pemasar juga menggunakan saluran jasa untuk melakukan transaksi dengan pembeli potensial. Saluran jasa mencakup pergudangan, perusahaan angkutan, bank, dan perusahaan asuransi yang memudahkan transaksi. 
 RANTAI PASOKAN
 Rantai pasokan menggambarkan suatu saluran yang lebih panjang yang terentang dari bahan mentah, komponen-komponen, hingga produk-produk final yang disampaikan kepada pembeli final. 
PERSAINGAN
 Persaingan mencakup semua tawaran dari pesaing serta barang pengganti yang aktual dan potensial yang mungkin dipertimbangkan oleh pembeli. 
 LINGKUNGAN PEMASARAN
 Lingkungan oemasaran terdiri dari lingkungan tugas dan lingkungan luas. Lingkungan tugas mencakup aktor-aktor dekat yang terlibat dalam memproduksi, menyalurkan, dan mempromosikan tawaran. Aktor-aktor utamanya adalah perusahaan, pemasok, distributor, dealer, dan pelanggan sasaran. Lingkungan luas terdiri dari enam komponen:lingkungan demografis, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan hukum-politik dan lingkungan sosial-budaya. Lingkungan-lingkungan itu mengandung kekuatan yang dapat membawa dampak utama bagi para pelaku di lingkungan tugas. 
PERENCANAAN PEMASARAN
 Proses perencanaan pemasaran terdiri dari menganalisis peluang pemasaran, menyeleksi pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, mengembangkan program pemasaran, dan mengelola usaha pemasaran. 

 Pergeseran dalam Manajemen Pemasaran: (1) Dari pemasaran melakukan tugas pemasaran ke setiap orang bmelakukan tugas pemasaran. (2) Dari melalui pengorganisasi oleh unit produk ke pengorganisasi melalui segmen pelanggan. (3) Dari membuat segala sesuatu ke membeli lebih banyak barang dan jasa dari luar. (4) Dari menggunakan banyak pemasok ke bekerja dengan lebih sedikit pemasok dalam “kemitraan”. (5) Dari mengandalkan posisi pasar lama ke menyingkapkan yang baru. (6) Dari menekankan aset berwujud ke menekankan aset tak berwujud . (7) Dari membangun merek melalui iklan sampai membangun merek melalui kinerja dan komunikasi terpadu. (8) Dari menarik pelanggan melalui toko dan tenaga penjual ke menyediakan produk secara online. (9) Dari menjual kepada setiap orang ke upaya menjadi perusahaan terbaik yang melayani pasar sasaran yang di tetapkan dengan baik. (10) Dari berfokus pada transaksi yang mampu menghasilkan laba ke berfokus pada nilai masa hidup pelanggan. (11) Dari menjadi lokal ke menjadi global. (12) Dari berfokus pada kartu skor keuangan ke berfokus pada kartu skor pemasaran. (13) Dari berfokus pada pemegang saham ke berfokus pada pemercaya 

 Tugas Manajemen Pemasaran:(1) Mengembangkan strategi dan rencana pemasaran. (2) Merebut pencerahan pemasaran. (3) Berhubungan dengan pelanggan. (4) Membangun merek yang kuat. (5) Membentuk tawaran pasar. (6) Menyerahkan nilai. (7) Mengomunikasikan nilai. (8) Menciptakan pertumbuhan jangka panjang

sumber buku:Manajemen Pemasaran (Philip kotler dan Kevin L Keller)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar